NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya memasukkan mitigasi risiko bencana sejak tahap perencanaan pembangunan daerah.

Langkah tersebut perlu didukung tata ruang yang mempertimbangkan potensi bencana serta sistem yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Tata ruang yang bisa memitigasi terjadinya berbagai macam persoalan sosial, kemasyarakatan, dan juga force majeure,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Seminar Administrasi Pemerintahan Daerah Jepang-Indonesia Tahun 2026 bertema “Meningkatkan Ketahanan Daerah terhadap Bencana: Upaya Pencegahan dan Mitigasi Bencana oleh Pemerintah Daerah” di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Bima, pendekatan tersebut penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pembangunan, tetapi juga memperhitungkan keselamatan masyarakat dan ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana.