NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meninjau progres penanganan pascabencana di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis, termasuk pekerjaan fisik dan normalisasi di sejumlah lokasi terdampak.

Wamendagri mengunjungi Posko Utama Penanganan Pascabencana Kabupaten Solok untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan penanganan, kesiapsiagaan pemerintah daerah, serta kebutuhan dukungan pemerintah pusat dalam proses pemulihan.

"Kami juga ingin memastikan langsung di lapangan terkait berbagai pekerjaan yang dilakukan, termasuk pekerjaan fisik untuk normalisasi," kata dia saat berdiskusi dengan jajaran pemerintah Kabupaten Solok.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendagri menggali informasi mengenai ketersediaan alat berat, perkembangan penanganan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya, serta alokasi anggaran untuk pemulihan.

Ia juga meminta pelayanan publik tetap berjalan selama proses penanganan pascabencana sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani pemerintah daerah.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan infrastruktur dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Menurut dia, penanganan pascabencana dilakukan bersama dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya.

"Pemerintah Kabupaten Solok tidak sendiri. Semua pihak turun membantu dalam penanganan bencana. Kekompakan Sumatera Barat sangat kami rasakan, begitu juga bantuan dari kementerian," katanya.

Bupati Solok juga menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kondisi yang masih memerlukan dukungan pemerintah pusat, termasuk kendala penyediaan sejumlah dokumen pendukung yang terdampak akibat bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul memaparkan perkembangan kesiapsiagaan dan langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok menyampaikan perkembangan pekerjaan infrastruktur dan normalisasi di sejumlah lokasi terdampak, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung pemulihan.

Terkait anggaran, Bima Arya mengatakan pemerintah pusat akan melihat pemanfaatan sisa anggaran yang masih tersedia untuk mendukung proses pemulihan pada tahun berikutnya.

"Kita akan memastikan bagaimana sisa anggaran yang ada dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi proses pemulihan Kabupaten Solok," ujarnya.

Dari BNPB disampaikan penanganan pascabencana masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan di lapangan. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dalam pelaksanaan tahapan penanganan dan pemulihan.

Setelah berdiskusi di Posko Utama, Bima Arya bersama rombongan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana untuk melihat kondisi lapangan serta perkembangan penanganan dan pemulihan yang telah dilakukan.