Merespons hal tersebut, Wamen ESDM Yuliot Tanjung memastikan bahwa kebutuhan listrik pendidikan akan disinergikan dengan Program Listrik Desa (Lisdes). Targetnya, pada 2029 seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik.
"Kita menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik. Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung," ujar Yuliot.
Fajar berharap langkah tersebut bisa memperlancar digitalisasi pembelajaran di daerah 3T. Ia menegaskan bahwa semua anak dari wilayah manapun berhak mendapatkan fasilitas belajar yang sama.
"Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, target ini dapat kita capai lebih cepat. PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran," tutur Fajar.