NADIKABAR.COM β€” Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan pelaksanaan ekstrakurikuler pilihan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada jenjang pendidikan menengah dapat menjadi wadah penguatan karakter maupun bela negara para murid.

Wamendikdasmen Atip menegaskan keikutsertaan peserta didik dalam ekstrakurikuler KKRI bukan berarti menjadi prajurit, melainkan menjadi bagian dari penguatan karakter.

β€œKehadiran ekstrakurikuler KKRI ini menurut saya sangat tepat dan tidak wajib. Ketika sekolah menyelenggarakan pembinaan kesadaran bela negara, maka sebetulnya sekolah sedang memenuhi hak yang dimiliki oleh murid-murid kita,” kata Wamendikdasmen Atip di Jakarta pada Kamis.

KKRI, lanjutnya, tidak dimaksudkan untuk menghadirkan militerisme di sekolah karena hal yang ditekankan adalah kesadaran bela negara.

Pihaknya berharap kehadiran ekstrakurikuler pilihan tersebut dapat menjadi wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, memiliki wawasan kebangsaan, dan memiliki kesadaran bela negara.

Program KKRI, kata dia, diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada murid untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab.

β€œKKRI di tingkat pendidikan menengah ini sudah siap untuk dilaksanakan. Harus kita kawal pelaksanaannya untuk mencapai tujuan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,” kata Wamendikdasmen Atip.

Salah satu peserta KKRI Rahmad Al Farizky mengatakan keikutsertaan dalam ekskul tersebut telah membuka kesempatannya untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang pilot.

β€œTitik balik hadir saat saya mengikuti KKRI. Kini di Halim Perdanakusuma, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti beasiswa calon penerbang TNI. Di sana, fisik dan mental saya dibina. Dari sanalah saya disiapkan dan belajar bahwa keterbatasan keadaan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” kata Rahmad.