NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong setiap kampus membentuk solusi untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi daerah, dengan menjalankan proses identifikasi menyeluruh.

"Masing-masing kampus melihat problem daerahnya yang diidentifikasi oleh kampus seperti apa, dari situ itu diharapkan kampus langsung terjun untuk terlibat mengatasi persoalan," kata Wamendikdasmen Fauzan setelah menghadiri Living Lab Summit 2026: Seminar Nasional dan Pameran Living Lab di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Menurutnya, persoalan daerah memiliki kompleksitas berbeda-beda sehingga butuh sebuah langkah tepat dalam proses penyelesaiannya. Keterlibatan kampus dalam menemukan solusi menuntaskan permasalahan di daerah menjadi proses implementasi dari Kampus Berdampak.

Meski demikian ia menyatakan keberhasilan solusi tetap bergantung pada seberapa besar penerimaan masyarakat terhadap apa yang telah ditawarkan kampus.

"Karena intensitas, kualitas, dan kuantitas problem ada di daerah, saya kiri seperti itu," ujarnya.

Oleh karenanya Wamendikdasmen Fauzan menyatakan kegiatan Living Lab Summit 2026 ditujukan untuk menguatkan peran dan meningkatkan kontribusi universitas terhadap problem yang muncul di masyarakat daerah.

Sementara itu Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo mengatakan perguruan tinggi mengemban tugas menggali, mencari, dan menerapkan keilmuan secara tepat untuk membantu persoalan yang ada di daerah, khususnya isu sentral di masyarakat.

Dia mencontohkan salah satu langkah bersama yang telah dilakukan adalah menguatkan keterhubungan sektor pertanian dan peternakan dengan pasar.

"Dan tidak hanya itu, skill untuk developing produk jagung dan lainnya itu juga diberikan kepada masyarakat," ujarnya.

Meski demikian dia mengemukakan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh daerah tidak bisa berjalan melalui satu atau dua kali pelaksanaan kegiatan, tetapi perlu berkelanjutan.

"Makanya kami bekerja sama dengan banyak pemangku kepentingan, karena kami tidak bisa menyelesaikannya mandiri," tutur Wamendikdasmen Fauzan.