Ia menyebutkan Indonesia setiap tahun meluluskan tidak kurang dari dua juta sarjana. Jumlah tersebut diharapkan sejalan dengan kontribusi lulusan dalam meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Fauzan menegaskan, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, termasuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, upaya tersebut harus dimulai dari penguatan diri sendiri, sehingga para sarjana memiliki kemampuan dan karakter yang memadai untuk membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzan mengemukakan kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Ia menyebutkan pemerintah mengalokasikan kuota bagi 200 calon penerima KIP Kuliah di UNP Kediri pada 2026. Mahasiswa penerima bantuan tersebut diharapkan mampu menunjukkan prestasi dan bersaing dengan mahasiswa lainnya.

Menurut dia, mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang untuk meraih keberhasilan melalui kerja keras dan kesungguhan dalam menempuh pendidikan.