Menurut dia, perguruan tinggi perlu memastikan pembelajaran yang diberikan mampu menghasilkan manusia yang dapat mengendalikan AI. Jika seluruh proses berpikir dan menghasilkan karya diserahkan kepada AI, kemampuan manusia untuk mengendalikan teknologi tersebut justru dapat melemah.
Selain itu, perguruan tinggi perlu memperjelas tujuan transmisi pengetahuan, apakah sekadar mempertahankan pengetahuan yang sudah ada atau mendorong pengembangan teknologi melalui riset.
βYang paling penting dan jarang dibicarakan, mampukah kita mengkurasi apa yang penting diketahui, apa yang perlu ditemukan, dan apa yang sebenarnya tidak penting diketahui?β kata Wamendiktisaintek.
Dia menjelaskan pengetahuan bukan sekadar daftar seluruh fakta yang tersedia. AI dapat mengakses dan menyajikan banyak fakta, sedangkan manusia, khususnya ilmuwan, memiliki peran penting dalam menentukan pengetahuan yang relevan untuk diketahui dan disebarluaskan.