Menurut Isyana, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu modal penting bagi Duta Genre. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengajak sesama remaja melakukan kegiatan positif, termasuk memberikan dukungan kepada kelompok yang menghadapi berbagai persoalan.

Ia juga mengingatkan para anggota Forum Genre Indonesia (FGI) agar tidak hanya berfokus pada pengembangan diri. Para remaja yang memiliki kemampuan interpersonal dan akademis yang baik diharapkan turut merangkul anak muda lain yang menghadapi keterbatasan dan berbagai tantangan.

Kegiatan Adujaknas 2026 juga menjadi ruang bagi pendidik sebaya dan konselor sebaya untuk berbagi program serta menunjukkan dampak nyata dalam menjawab isu-isu krusial remaja, seperti pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, literasi digital, hingga optimalisasi bonus demografi.

Isyana menegaskan Duta Genre terpilih diharapkan menjadi panutan yang membawa perubahan (agent of change) bagi remaja di Indonesia, sekaligus berperan dalam penguatan Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R).