“Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif,” jelas Irene.

Semangat inklusivitas WCCE 2026 yang mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, juga diwujudkan lewat Pasar Wiwitan di SCBD—sebuah creative marketplace garapan Artha Graha Peduli yang melibatkan lebih dari 200 UMKM lokal.

Kreator konten sekaligus pegiat kemanusiaan, Ferry Irwandi, berharap ratusan UMKM di pasar akhir pekan tersebut dapat bertransformasi menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat yang konkret.

“Semoga UMKM di sini bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan kita selesai dari sektor kerja informal menjadi kerja formal karena itu akan bagus sekali buat peningkatan ekonomi masyarakat," pungkas Ferry.