Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Duta Besar Turkiye untuk Indonesia Talip Kucukcan mengatakan bahwa penandatanganan Memorandum Badr pada 21 Oktober 2026 di Doha, Qatar, akan membuka jalan bagi kemitraan kedua negara.

β€œKerja sama di bidang industri pertahanan dan keamanan memegang peranan penting dalam hubungan persaudaraan kita. Penandatanganan Memorandum Badr baru-baru ini akan membuka jalan bagi kemitraan antara Turkiye dan Indonesia,” kata Dubes.

Menurutnya, Indonesia dan Turkiye bekerja sama erat dalam berbagai organisasi dan platform multilateral, termasuk PBB, OKI, G20, dan MIKTA, menambahkan bahwa dialog kemitraan Turkiye dan ASEAN dapat terwujud berkat dukungan kuat dari Indonesia serta negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Meskipun demikian, Talip mengatakan bahwa dirinya meyakini bahwa masih terdapat ruang untuk pengembangan hubungan bilateral lebih lanjut, terutama di bidang ekonomi, budaya, pendidikan, perdagangan, dan pertahanan.