Dalam kesempatan tersebut, dia turut mengapresiasi kontribusi FK UKI dalam menghasilkan tenaga medis yang telah mengabdi di berbagai wilayah di Indonesia maupun di luar negeri.
"UKI memiliki Fakultas Kedokteran yang hingga tahun 2025 telah meluluskan lebih dari 6.000 dokter yang telah berkontribusi di berbagai pelosok Indonesia dan dunia dalam pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan mendukung FK UKI memiliki program pendidikan spesialis ke depannya," ucap Benjamin.
Selain penguatan tenaga kesehatan, dia juga menyoroti pentingnya kemandirian nasional dalam pengembangan vaksin.
"Kembangkan vaksin di Indonesia untuk penyakit prioritas melalui riset dalam negeri, uji klinik, dan penguatan kapasitas nasional. Kolaborasi riset dan inovasi untuk vaksin yang aman, efektif, terjangkau, dan berdaulat bagi Indonesia," tutur Benjamin.
Sementara itu, Rektor UKI Angel Damayanti mengatakan peringatan Dies Natalis ke-73 bukan sekadar momentum mengenang perjalanan panjang institusi, melainkan kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri UKI.