NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan perlunya mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh di tengah dinamika pasar modal dan pergerakan rupiah.
“Presiden di dalam rapat kabinet, paripurna ya, itu menegaskan kita harus melakukan perbaikan-perbaikan yang fundamental atas pasar modal kita,” kata Dradjad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dradjad menjelaskan bahwa perbaikan fundamental pasar modal perlu diarahkan pada peningkatan transparansi dan tata kelola, termasuk upaya mencegah praktik manipulasi saham atau “goreng-gorengan”.
Langkah tersebut diperlukan agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para investor.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perkembangan penilaian penyedia indeks global MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
Adanya ancaman perubahan klasifikasi Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market perlu dicermati secara serius.
Menurut Dradjad, pembenahan pasar modal memang harus terus dilakukan, namun penilaian terhadap Indonesia juga perlu mempertimbangkan kondisi dan perkembangan reformasi yang sedang berjalan secara objektif dan proporsional.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, pemerintah mendorong penguatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham, termasuk pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.