Hanif juga mengingatkan kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) curah hujan dengan pola normal baru diperkirakan terjadi pada akhir November.

Sementara itu, hujan yang terjadi saat ini merupakan hasil operasi modifikasi cuaca. Namun, keterbatasan kandungan uap air membuat upaya pemadaman di lapangan tetap harus diperkuat.

"Karena itu, kita tetap harus memperkuat tenaga lapangan. Semua daya yang kita miliki harus dikerahkan untuk menuntaskan penanganan ini," tegasnya.