NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah menggandeng 400 pelaku usaha di sektor pertambangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara kolaboratif di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Faisol mengatakan keterlibatan sektor pertambangan melengkapi dukungan hampir 200 perusahaan perkebunan dan kehutanan yang sebelumnya telah bergerak bersama pemerintah memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
"Jadi semuanya terlibat. Kemarin yang dari sektor kehutanan dan perkebunan terlibat hampir 200 pengusaha, perusahaan di sektor perkebunan dan kehutanan. Hari ini yang kita undang ada 400 unit usaha di sektor pertambangan dan tadi telah menyatakan langkah-langkah tindak lanjut," katanya di Jakarta, Jumat.
Dia menegaskan hal itu usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan pada Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Kalimantan Tengah, di Jakarta, Jumat.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pengusaha sektor pertambangan dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dan jajaran pemerintah daerah setempat.
Lebih lanjut Faisol mengatakan pemerintah akan menindaklanjuti kolaborasi itu melalui pembahasan teknis bersama Indonesia Mining Association dan Forum Kepala Teknik Tambang untuk menyusun langkah operasional yang terintegrasi di lapangan.
Seluruh perusahaan pertambangan di Kalimantan Tengah akan dikoordinasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar setiap sumber daya dan kemampuan dapat dimanfaatkan secara efektif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Faisol, pendekatan gotong royong seluruh pelaku usaha menjadi fondasi penting agar penanggulangan kebakaran hutan dan lahan berlangsung lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil yang berkelanjutan.