Khusus di Kalimantan Selatan, ia mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi yang digelar hari ini, evaluasi penanganan karhutla selama 1,5 bulan terakhir telah dilakukan, terutama di wilayah Ring 1 atau wilayah utama karhutla di Banjarbaru.

β€œIni terjadi di daerah gambut. Sepertinya kita mengingat ketersediaan air yang semakin terbatas. Kita perlu melakukan gerakan massal di dalam rangka penanggulangan karhutla,” ujar Hanif.

Ia mengatakan, per Agustus, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait telah mengerahkan hampir 3.500 orang per hari, menggunakan lebih dari 300 pompa air, melibatkan lebih dari 30 unit alat berat pada lokasi tersebut.