NADIKABAR.COM β Produk kopi lokal Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat dipamerkan pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, sebagai peluang memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah.
Apresiasi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat promosi produk sekaligus menjajaki pasar yang lebih luas melalui pameran dagang internasional yang berlangsung pada 14β18 Oktober 2026.
Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat mengunjungi stan Pemerintah Kota Banjarbaru, Kamis, mencicipi kopi Herborneo yang menawarkan varian kopi rempah dan kopi pahit original, serta menilai produk tersebut memiliki cita rasa yang sesuai dengan selera penikmat kopi.
βKopinya mantap sekali ya, ada dua, satu kopi rempah, satu lagi kopi pahit, saya suka kopi pahit yang original, rasanya kalau buat saya buat pecinta kopi cocok banget,β ujar Dradjad.
Menurut Dradjad, potensi ekonomi kerakyatan melalui UMKM perlu terus dikembangkan karena berperan penting dalam memperluas kesempatan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan pemerintah diperlukan agar produk lokal tidak hanya dikenal di daerah asal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan internasional.
βSaya rasa memang potensi ekonomi rakyat seperti yang ditegaskan oleh Presiden dan merupakan salah satu prioritas dari Bapak Presiden itu sangat besar,β katanya.
Dia menegaskan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berperan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penguatan kapasitas usaha dan peningkatan daya saing, sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
βTugas kita di Kemenko Perekonomian untuk membantu supaya ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih cepat lagi sehingga kesejahteraan rakyat seperti yang ditetapkan oleh Bapak Presiden itu akan bisa semakin meningkat,β ujar Dradjad.
Keikutsertaan Banjarbaru dalam TEI ke-41 menjadi kesempatan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada calon pembeli, mitra usaha, dan pelaku perdagangan dari berbagai negara.
Selain kopi, stan pemerintah kota turut menampilkan produk kriya dan olahan pangan lokal untuk memperlihatkan keragaman potensi ekonomi masyarakat.
Agar apresiasi tersebut berlanjut menjadi peluang usaha nyata, pelaku UMKM perlu memperkuat konsistensi kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan persyaratan pasar tujuan. Pemerintah daerah juga perlu memfasilitasi promosi lanjutan dan penjajakan kemitraan bisnis setelah pameran berakhir.
Penguatan akses pasar dan pendampingan usaha diharapkan dapat membantu UMKM Banjarbaru meningkatkan penjualan, memperluas jaringan distribusi, serta menciptakan nilai tambah ekonomi lokal melalui produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.