Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta atau meningkat 4,29 persen secara tahunan. Pada semester pertama 2026, devisa pariwisata tercatat sebesar 8,43 miliar dolar AS.

Pertumbuhan pariwisata itu dinilainya harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadirkan pelayanan profesional, pengalaman wisata berkesan, serta manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

"Capaian ini mencerminkan semakin besarnya peran pariwisata dalam menggerakkan perekonomian. Namun, masa depan pariwisata Indonesia tentu tidak hanya ditentukan oleh banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh kualitas pengalaman yang dihadirkan," kata Wamenpar Ni Luh.

Dia turut berpesan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Bekal tersebut diharapkan dapat menghasilkan karya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan pariwisata Indonesia.

Menurut dia, perjalanan setelah kelulusan tidak selalu berjalan mudah. Para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan, pilihan sulit, dan kesempatan baru yang membutuhkan keberanian, ketekunan, serta kemampuan untuk terus belajar.