NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendorong pengembangan hilirisasi kelapa sawit mengingat potensi sawit yang luar biasa.

Dia mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan para pelaku usaha untuk mendorong pengembangan hilirisasi sawit.

"Kalau ini juga bisa jadi agenda yang prioritas di Kadin, saya kira kita bisa bersama-sama menjadikan subsektor ini menjadi salah satu hilirisasi yang optimal dan sukses. Karena semua, semua bahan mentahnya ada di kita," ujar Faisol dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, hilirisasi sawit di Indonesia perlu dikembangkan lebih optimal mengingat Indonesia merupakan produsen CPO salah satu yang terbesar di dunia.

"Kita masih punya perluasan seperti gliserin, kemudian kita juga memerlukan surfaktan, kita memerlukan karoten, dan macam-macam. Sebenarnya potensi dari sawit luar biasa, tetapi kita baru menyaksikan B50 sekarang," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut hilirisasi sawit sebagai "senjata" strategis memperkuat ekspor Indonesia, setelah nilai ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya tumbuh 7,32 persen sepanjang semester pertama 2026.

Dia menyampaikan penguatan ekspor komoditas pertanian harus terus didorong melalui peningkatan nilai tambah dan hilirisasi, agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan petani.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan sebagai produsen sawit terbesar di dunia, sehingga peluang untuk memperbesar devisa melalui hilirisasi masih sangat besar.

Ia menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong penguatan industri hilir agar ekspor Indonesia tidak hanya meningkat dari sisi nilai, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian terus menunjukkan tren positif. Salah satu pendorong kinerja tersebut berasal dari komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya yang mencatat pertumbuhan ekspor cukup signifikan.

BPS mencatat, sepanjang Januari-Juni 2026 nilai ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh 7,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong penguatan harga CPO di pasar global.