"Saya senang kalau mahasiswa datang ke sini karena kita bisa menyegarkan kembali pemikiran dan mendapatkan masukan terkait program-program Kemensos," ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan Kemensos berperan dalam penanganan bencana melalui tiga tahap, yaitu sebelum bencana, saat tanggap darurat, dan setelah bencana. Sebelum bencana, Kemensos mendorong kesiapsiagaan masyarakat melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB) dan lumbung sosial yang menyediakan logistik serta kebutuhan dasar.
Saat bencana terjadi, Kemensos membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan pengungsi. Setelah bencana, Kemensos menyalurkan bantuan sesuai ketentuan, termasuk bantuan jaminan hidup, bantuan isi hunian, serta santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka berat yang memenuhi persyaratan.
Agus Jabo menilai mahasiswa dapat berkontribusi melalui penelitian, edukasi, dan pelatihan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana. Ia juga mendorong perguruan tinggi membentuk relawan mahasiswa yang dapat bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
"Kita perlu mengetahui lokasi-lokasi yang berisiko, termasuk dengan mempelajari sejarah kebencanaan di Indonesia. Penelitian semacam ini dapat menjadi dasar untuk merancang langkah mitigasi," katanya.
Ia menambahkan, relawan mahasiswa perlu mendapatkan pelatihan agar memahami tugas dan kemampuan yang dibutuhkan sebelum terjun ke lokasi bencana.