NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Handayani, Jakarta, secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, hari ini.
Kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah, putus sekolah, atau belum memperoleh kesempatan belajar untuk kembali mendapatkan akses pendidikan. Di Sentra Handayani, sebanyak 50 siswa mengikuti SKB, yaitu Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) yang terbuka untuk semua usia, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan inklusif.
Agus Jabo mengatakan pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mengentaskan kemiskinan. Karena itu, pelaksanaan SKB dan Sekolah Rakyat tidak semata-mata ditujukan untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
"Ini adalah hari bersejarah dan pintu gerbang bagi anak-anak kita yang tadinya tidak sekolah, putus sekolah atau belum sekolah. Berkat kerja keras dari kita semua dalam menjemput mereka, mengantarkan mereka, dan mendampingi mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Dia menyebut berdasarkan data BPS, masih terdapat sekitar 4,1 juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, atau putus sekolah. Ia juga menyebut hampir 76 persen lebih orang tua mengatakan tidak dapat menyekolahkan anak karena faktor ekonomi.
"Masih ada 4,1 juta anak-anak yang selama ini tidak pernah kita tengok, tidak pernah kita jangkau. Hampir 76 persen lebih orang tua mengatakan bahwa mereka tidak bisa menyekolahkan anaknya karena faktor ekonomi," katanya.