"Prinsipnya kan Pak Presiden (Prabowo) maunya semuanya sekolah. Yang kaya sekolah, yang miskin pun sekolah," ujar Agus.

"Karena yang miskin enggak punya biaya, ya negara yang harus menjemput, mendampingi, mengantarkan mereka untuk bersekolah," sambungnya.

Dalam audiensi, Agus juga memperlihatkan video mengenai Sekolah Rakyat dan kondisi keluarga siswa. Ia menjelaskan kehadiran program tersebut diharapkan menumbuhkan kembali harapan anak dan orang tua terhadap masa depan mereka.

"Orang tua, anak yang tadinya sudah gelap, nggak punya harapan, begitu ada Sekolah Rakyat, harapan itu ada lagi. Anaknya punya impian lagi," tutur Agus.

Bagi anak yang belum memenuhi persyaratan masuk Sekolah Rakyat karena kendala usia, Agus menjelaskan adanya layanan pendidikan kesetaraan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ia mencontohkan penanganan anak yang belum pernah bersekolah melalui pembelajaran di Sentra Kemensos.

Agus juga menekankan keberhasilan Sekolah Rakyat harus terlihat dari keberlanjutan masa depan lulusannya. Anak yang ingin melanjutkan pendidikan perlu didukung untuk kuliah, sementara yang ingin bekerja perlu dibantu memperoleh pekerjaan.

"Yang mau kuliah silahkan kuliah, semua yang mau kerja harus kerja," kata Agus.