Olimpiade tersebut melombakan tiga bahasa asing, yakni bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin. Sebanyak 6.450 siswa dari 141 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia mengikuti kompetisi ini dengan antusias. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, empat juara dari masing-masing kategori telah terpilih.
Menurut Agus, tingginya partisipasi siswa menunjukkan besarnya potensi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
"Anak-anakku, siswa Sekolah Rakyat, kalian adalah bukti bahwa kemiskinan tidak pernah menentukan batas kemampuan seseorang. Latar belakang kalian mungkin berbeda, tetapi kalian memiliki potensi yang sama dengan anak-anak lain di Indonesia," ungkap Agus.
Ia berharap melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Senada, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Budisatrio Djiwandono mengaku bangga atas prestasi siswa Sekolah Rakyat yang mampu menunjukkan kemampuan mereka di tengah beragam latar belakang sosial dan ekonomi.