"Di sini, anak-anak akan dibimbing, di sini akan dirawat, di sini akan dikembangkan," imbuh Agus Jabo.
Anak-anak yang dititipkan di TAS 'Sae' akan dipantau perkembangannya melalui aplikasi Si Kumbang yang dikembangkan oleh Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso. Melalui aplikasi ini milestone tumbuh kembang anak terus dipantau dan anak pun diberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Misalnya saja, apabila anak menunjukkan kecenderungan keterlambatan bicara (speech delay), maka anak tersebut akan dibimbing dan mendapatkan terapi bicara agar bisa tumbuh sesuai anak seusianya.
TAS 'Sae' sudah mulai beroperasi pada 17 Juli 2026 lalu. Saat ini, TAS 'Sae' bisa menampung 20 anak usia 4 bulan hingga 8 tahun.
Yuni Tri Budi Astuti (45) adalah ibu dari Layticia (7) yang saat ini menitipkan putri keduanya tersebut di TAS 'Sae'. Sebagai orang tua tinggal yang harus menafkahi dua orang putri, ia merasa sangat terbantu dengan keberadaan TAS. Sebelumnya, ia harus membawa Cia, panggilan akrab putrinya, berkeliling berjualan kue.