"Pentingnya negara hadir untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Kalau orang tuanya miskin, anaknya di hari depan tidak ikut miskin karena negara hadir," imbuhnya.
Menurut Agus, anak-anak yang belum dapat mengikuti Sekolah Rakyat tetap harus mendapatkan ruang untuk belajar. SKB menjadi salah satu bentuk fasilitasi pemerintah melalui sinergi Kementerian Sosial dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah.
Karena itu, ia meminta jajaran Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, para pendamping, pekerja sosial, guru, serta seluruh pihak terkait untuk tidak bekerja sendiri-sendiri.
"Sudah bukan waktunya kita kerja sendiri-sendiri. Saatnya kita melakukan kolaborasi dan sinergi untuk melaksanakan dan menyukseskan program pengentasan kemiskinan," tegas Agus Jabo.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, diperlukan agar anak-anak yang sebelumnya tidak sekolah dapat kembali memperoleh pendidikan, pendampingan, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.