Menurut dia, jenis pelatihan vokasi yang dikembangkan di Sekolah Rakyat perlu menyesuaikan potensi siswa dan daerah masing-masing. Keterampilan yang diberikan dapat beragam, mulai dari tata rias, penataan rambut, pertanian, kelautan dan pelayaran, hingga teknologi dan perbengkelan.

Ia mencontohkan Makassar yang memiliki potensi di bidang pelayaran. Potensi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pelatihan dan penjajakan kerja sama dengan dunia usaha.

"Disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya masing-masing, sesuai dengan potensi daerahnya plus potensi anak-anaknya," pungkas Agus Jabo.

Kemensos terus mengupayakan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan BUMN, untuk mendukung pengembangan keterampilan serta membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat.