Namun, capaian tersebut harus terus dijaga agar tidak hanya menjadi keberhasilan sesaat, melainkan berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Perubahan iklim semakin terasa, perkembangan teknologi semakin cepat, rantai pasok global semakin dinamis, dan situasi geopolitik terus berubah. Karena itu, kita harus terus menjaga swasembada agar berkelanjutan," tegasnya.

Menurut dia riset dan pengembangan teknologi dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta unit riset di lingkungan Kementerian Pertanian, perlu terus diperkuat.

Penguatan riset tersebut diperlukan untuk menghasilkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi.

Inovasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan varietas unggul, penerapan mekanisasi, serta teknologi budidaya yang semakin efisien. Dengan demikian, petani dapat menghasilkan produksi lebih optimal dengan penggunaan input yang lebih hemat.

"Melalui inovasi, kita ingin mencapai output yang maksimal, tetapi pada saat yang sama mampu menekan input agar lebih efisien. Ini yang menjadi salah satu penentu produktivitas dan daya saing pertanian kita," jelasnya.