"Jadi kenapa kami memilih peternak kambing perah, yang pertama didukung sumber daya alam yang ada di kawasan merapi, jadi dipangkuan wilayah kami Kecamatan Srumbung itu tersedia lahan hijauan 300 hektare lebih yang ada di kawasan lereng Gunung Merapi yang bisa dimanfaatkan warga, terutama bagi yang sudah mempunyai budidaya kambing perah," katanya.

Ia menuturkan, dari 250 peternak yang tergabung dalam perkumpulan Peternak Kambing Perah Rojo Koyo Utomo mampu menghasilkan 40 ribu liter susu kambing setiap bulan dengan harga Rp30.000 per liter.

Ia menyebutkan, untuk populasi kambing yang dikelola telah mencapai lebih dari 7.000 ekor.