Wamentan juga menyoroti perkembangan tenaga kerja di sektor pertanian yang menunjukkan tren positif. Pada 2026, tenaga kerja pertanian meningkat sebesar 4,66 persen.
Capaian itu diharapkan menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan generasi muda, khususnya kalangan milenial, dalam pembangunan pertanian nasional.
"Tenaga kerja pertanian pun naik. Ke depannya, saya harapkan tenaga pertanian ini meningkat dari kalangan milenial," tutur Saleh.
Menurutnya, peningkatan jumlah tenaga kerja perlu diikuti dengan regenerasi petani dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Kehadiran generasi milenial diharapkan membawa cara kerja baru melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, serta pengelolaan usaha pertanian yang lebih produktif dan efisien.
Wamentan menjelaskan upaya mewujudkan kedaulatan pangan harus dimulai dengan kemampuan membaca dan mengantisipasi berbagai ancaman.