NADIKABAR.COM — Kisah cinta tak selalu datang ketika seseorang sedang mencarinya. Hal itu pula yang dialami seorang penari tradisional Jepang berusia 60 tahun dari Prefektur Ibaraki. Setelah lebih dari dua dekade menjalani kehidupan tanpa pasangan, ia justru menemukan tambatan hati pada seorang pria yang usianya terpaut 34 tahun.

Pria tersebut bukan orang asing. Ia merupakan murid yang baru bergabung dengan rombongan teater tempat sang wanita mengajar. Usianya baru 26 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai karyawan kantoran.

Dilansir Wolipop, cerita pasangan yang merahasiakan identitas tersebut terungkap ketika mereka hadir dalam acara bincang-bincang Jepang, Welcome, Newlyweds. Keduanya datang bersama dan memperlihatkan wajah mereka kepada publik, tetapi memilih tidak mengungkap nama maupun identitas pribadi.

Sang wanita diketahui telah mempelajari tari tradisional Jepang sejak masih kecil. Kemampuan tersebut kemudian membawanya menjadi pengajar di Tsubaki, sebuah rombongan taishu engeki lokal.

Taishu engeki merupakan bentuk teater populer Jepang yang biasanya dibawakan rombongan keliling. Pertunjukannya memadukan drama, komedi, musik, serta tarian dan kerap digelar di kota-kota pemandian air panas.

Rombongan Tsubaki sendiri memiliki sejarah panjang. Kelompok tersebut didirikan ibu sang wanita sekitar 40 tahun lalu dan pada masa kejayaannya pernah memiliki sekitar 50 anggota yang berkeliling dari satu kota ke kota lainnya.

Di balik kehidupannya sebagai penari dan pengajar, wanita tersebut sebenarnya telah beberapa kali merasakan pahitnya rumah tangga. Ia pernah menikah dan bercerai sebanyak tiga kali. Setelah itu, lebih dari 20 tahun dilaluinya seorang diri.

Dalam kondisi tersebut, ia mengaku sudah menerima kemungkinan untuk menjalani hidup tanpa pasangan. Namun, semuanya berubah ketika seorang pria berusia 26 tahun datang dan bergabung dengan Tsubaki.