"Hasil penyelidikan mengungkap fakta berbeda. Berdasarkan keterangan para pihak dan hasil penelusuran, Sdri AR tidak terdaftar sebagai pasien RS Yabis Bontang dan tidak pernah mendapatkan penanganan medis terkait persalinan di rumah sakit tersebut," kata Dany dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan hasil klarifikasi, peristiwa tersebut diakui sebagai rekayasa yang dilakukan oleh AR bersama suaminya berinisial DN. Pasangan suami istri (pasutri) itu sengaja membuat cerita kehamilan hingga kabar kematian bayi. Aksi tersebut dilakukan karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga maupun keluarga mertuanya.
"Hal tersebut dilakukan karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga maupun keluarga mertuanya," jelasnya.