"Mobil saya terus ditendangin, ditonjokin, saya dimaki-maki, bahkan saya diteriaki maling. Saya dituduhnya mobil dicuri, dilarikan dari Palembang ke Jateng. Padahal itu mobil milik saya sendiri, saya debitur resmi bukan atas nama orang lain," jelasnya.
L mengakui, ada tunggakan cicilan 4 bulan. Namun, dia menegaskan dirinya dipersulit setiap hendak membayar tunggakannya.
"Masih dalam cicilan, memang ada tunggakan tapi itu bukan karena saya yang tidak mau bayar, cuma dari pihak financenya tidak mau buka blokir. Saya ada tunggakan 4 bulan, saya minta dibukakan blokir tapi tidak mau," terangnya.
Dalam kasus itu, L sempat menghubungi polisi lewat 110, lalu didatangi pihak kepolisian. Merasa aman, dia kemudian membuat aduan ke Polsek Kartasura.
"Talang air saya pecah. Kanan kiri semua lecet karena ditendangin ditonjokin, di atas ada bekas tonjokan, Alhamdulillah kaca tidak pecah," ucapnya.