Namun, penyebab gangguan penglihatannya tidak langsung diketahui. Jamison sempat didiagnosis mengalami infeksi mata akibat herpes dan diberikan obat tetes mata steroid.

Setelah menjalani pemeriksaan berulang kali selama hampir satu bulan, dokter akhirnya menemukan penyebab sebenarnya. Jamison didiagnosis mengalami Acanthamoeba keratitis, infeksi langka dan serius pada kornea yang disebabkan oleh mikroorganisme Acanthamoeba.

"Ketika saya mengetahui bahwa banyak orang dengan keratitis Acanthamoeba kehilangan penglihatan mereka, saya sangat sedih," katanya.

"Sebagian dari diri saya berharap itu tidak akan terjadi pada saya, tetapi jauh di lubuk hati, saya rasa saya tahu betapa seriusnya penyakit ini."

Infeksi tersebut terus berkembang hingga Jamison sempat buta total selama sekitar empat bulan.

Kondisinya juga membuat matanya sangat sensitif terhadap cahaya. Kamar tidurnya harus dibuat benar-benar gelap dan ia lebih sering menutup mata karena merasa tidak nyaman ketika membukanya.

"Saya tidak tahu di mana letak barang-barang, dan tiba-tiba saya harus mempelajari kembali hal-hal yang selalu saya anggap biasa saja," katanya.

Setelah sekitar empat bulan, penglihatan pada mata kirinya perlahan mulai kembali. Kondisi mata kiri ternyata tidak separah mata kanan. Meski masih mengalami kerusakan dan bekas luka, kini Jamison dapat melihat menggunakan mata kirinya dengan bantuan kacamata.