"Gejala yang paling umum adalah iritasi saluran napas yang menyebabkan bersin, batuk, pilek, hingga sesak napas," ujar dr Wahyuni dalam rilis IDAI, Senin (7/9/2026).

Dampak paparan abu vulkanik dapat menjadi lebih serius pada anak yang sebelumnya memiliki masalah pernapasan. Anak dengan riwayat asma, alergi, atau penyakit paru kronis berisiko mengalami perburukan kondisi atau eksaserbasi akibat paparan abu.

Kelompok yang lebih rentan juga mencakup bayi dengan riwayat displasia bronkopulmonal serta anak dengan penyakit jantung bawaan.

Karena itu, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen.