NADIKABAR.COM — Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mewanti-wanti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung jangan sampai gagal membangun proyek kereta trem.

Dewan Nasehat MTI Pusat Djoko Setijowarno mengatakan Bali harus belajar dari Semarang dan Bogor yang gagal dalam mengembangkan kereta tersebut. Ia menyarankan perlu ada perda seperti Pekanbaru dan Batam agar berkelanjutan setelah berganti kepala daerah.

"Proyek trem listrik berbasis baterai rute Bandara Ngurah Rai-Kuta-Canggu membutuhkan perhatian khusus dari Pemda Bali agar rencana tersebut tidak berhenti sebatas kesepakatan di atas kertas," kata Djoko kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

Ia melihat titik kritis yang perlu diperhatikan dan dilakukan pemerintah di Bali adalah kejelasan sterilisasi jalur dan penataan Right of Way. Kemudian, jalur jalan yang sempit dan bercampur juga berpotensi trem rawan terjebak macet.

"Karakteristik koridor Kuta-Canggu sangat padat dan sempit. Pemda harus memastikan porsi penataan lahan atau pelebaran jalan yang disiapkan benar-benar merealisasikan jalur khusus (right of way)," tuturnya.