Pada tipe ini, anak masih memungkinkan untuk duduk tetapi sudah sulit berdiri hingga berjalan sendiri.
Menurut studi UGM, laporan kasus terbanyak berada di DKI Jakarta hingga Jawa Barat. dr Dian menekankan beapa faktor pemicu di baliknya.
Pertama, kemampuan dan tingkat awareness nakes dalam mendeteksi gejala penyakit langka. Kedua, kemudahan akses pengiriman sampel yang tidak marak terjadi di daerah.
"Pengiriman sampel secara logistik dari daerah Timur juga agak sulit," beber dia.
Sementara tipe ketiga biasanya muncul saat anak sudah berusia lebih dari 18 bulan. Meski pada jenis ini masalah saraf dikategorikan ringan, anak tetap perlu mendapatkan terapi, mengingat kemampuan bergerak bisa menurun seiring waktu bila tidak kunjung mendapatkan penanganan yang tepat.
Tidak hanya muncul pada usia anak, sedikit kasus juga terjadi saat seseorang sudah menginjak kepala 3. Apa bedanya?