NADIKABAR.COM β Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berdialog dengan petani kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dan dalam kesempatan itu memastikan akan berkoordinasi terkait isu pupuk subsidi dan peralatan pertanian.
"Tadi dibutuhkan berarti untuk pompa, tandon, lalu alat-alat yang lain, hand spryer yang elektrik coba nanti kita koordinasikan dulu dengan Kementan," ujar Wapres Gibran dalam pertemuan yang diadakan di Mamuju, Sulbar, Senin sore.
Gibran merespons aspirasi salah satu anggota kelompok tani mengenai akses alat pertanian modern yang dapat mempermudah pekerjaan para petani kakao. Dia kemudian membagikan sejumlah pompa untuk kelompok tani yang hadir di lokasi tersebut.
Perwakilan kelompok tani mengenai subsidi pupuk yang cepat habis dan menyebut bahwa data RDKK tidak sesuai dengan distribusi di kios tingkat akar rumput.
Hal itu membuat para petani kakao yang kebanyakan beroperasi di wilayah pegunungan tidak kebagian jatah pupuk subsidi itu ketika mereka akhirnya bisa pergi ke kios.
Mendengar keluhan itu, dia mengatakan akan melakukan koordinasi untuk memastikan pembagian pupuk subsidi itu dapat berjalan semestinya hingga akhirnya dapat diakses oleh petani.
Turut dibahas pula dengan aspirasi untuk menstabilkan harga kakao. Para petani menyoroti turun naik harga di mana saat ini harga kakao kering mencapai Rp50 ribu per kilogram, meski sebelumnya pernah menyentuh angka sampai dengan Rp180 ribu.
Gibran mengatakan bahwa pemerintah terus bekerja untuk mewujudkan swasembada pangan, yang telah berhasil dilakukan di sejumlah komoditas seperti beras.
βIni satu persatu kita tangani permasalahannya. Mulai dari pupuk, pompanisasi, pembangunan bendungan dan lain-lain. Tapi mungkin untuk kakao ini kita perlu atensi khusus,β demikian Gibran Rakabuming Raka.