NADIKABAR.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming menemui langsung keluarga Dafi Arahman, korban banjir bandang yang meninggal dunia di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Di hadapan keluarga, Wapres Gibran mengucapkan belasungkawa kepada mereka.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Dafi Arahman yang menjadi korban banjir bandang di Solok. Bagi keluarga, kehilangan tentu sangat berat. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata Wapres Gibran sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Jumat.
Di rumah keluarga korban, Gibran kemudian menghubungi Affan Alqadri, kakak dari almarhum Dafi, yang saat ini dirawat di RSUP Dr. M. Djamil, Kota Padang, setelah mengalami luka-luka akibat diterjang banjir bandang.
Dalam percakapan melalui sambungan panggilan video, Wapres menanyakan kondisi Affan.
Wapres pun memberi dukungan dan semangat agar Affan segera pulih. Kemudian pada waktu yang sama, Wapres meminta rumah sakit memberikan pelayanan terbaik dan terus memantau perkembangan kondisi Affan.
Di hadapan sejumlah pejabat daerah, Wapres menegaskan penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok harus mengutamakan keselamatan masyarakat.
Wapres menginstruksikan seluruh kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana terpenuhi, kemudian Wapres juga berharap akses dan fasilitas umum yang terdampak bencana dapat cepat pulih.
Gibran kemudian mengingatkan pentingnya senantiasa waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi dan longsor susulan.
Wapres meminta kepada jajaran terkait agar peringatan dini perlu disampaikan secara cepat ke masyarakat dan langkah-langkah antisipasinya perlu disiapkan untuk mengurangi risiko yang terjadi manakala ada bencana susulan.
Kunjungan ke rumah keluarga korban banjir bandang merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wapres Gibran di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat.
Sekretariat Wakil Presiden dalam siaran resmi yang sama menjelaskan kehadiran Wapres Gibran itu merupakan bentuk empati dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang.