NADIKABAR.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mempercepat pendataan warga terdampak banjir bandang sebagai dasar penanganan dan penataan permukiman pascabencana.

Permintaan itu disampaikan Gibran saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Posko Utama Bencana Kabupaten Solok, Jumat (25/9).

Wapres meminta pemerintah daerah mendata warga terdampak secara rinci agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

"Pak Bupati, tolong didata orangnya," ujar dia.

Menurutnya, pendataan diperlukan untuk menentukan warga yang membutuhkan penataan kembali permukiman, termasuk kemungkinan relokasi bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana.

Ia meminta lokasi permukiman baru bagi warga terdampak memperhatikan aspek keselamatan dan tidak berada di kawasan yang memiliki risiko bencana.

"Pastikan, Pak Bupati, lokasi barunya aman," katanya.

Selain penataan permukiman, Gibran meminta pemerintah memberi perhatian kepada kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Ia juga meminta kebutuhan dasar warga terdampak tetap dipenuhi selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung.

Dia juga mengingatkan pemerintah daerah setempat agar memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Karena sejumlah sumber air turut terdampak bencana.

Wapres juga mengapresiasi koordinasi pemerintah daerah bersama unsur terkait dalam penanganan bencana dan meminta kekompakan tersebut dipertahankan untuk mempercepat pemulihan di Kabupaten Solok.

Di samping itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan kondisi terkini dampak bencana, mulai dari kerusakan infrastruktur, rumah warga, hingga sejumlah fasilitas pemerintahan.

Bupati juga menyampaikan kebutuhan penanganan lanjutan, termasuk pemulihan fasilitas pemerintahan dan pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.