Hasil pemeriksaan dari satu fasilitas kesehatan juga dapat dilihat oleh fasilitas kesehatan berikutnya. Misalnya, hasil pemeriksaan di laboratorium dapat diakses rumah sakit tempat pasien melanjutkan pemeriksaan.

Azhar mengatakan integrasi ini juga diharapkan mempercepat pelayanan sekaligus membantu dokter dalam mendiagnosis pasien.

Akses terhadap rekam medis tetap dibatasi untuk menjaga kerahasiaan pasien. Pasien nantinya memiliki PIN yang digunakan untuk memberikan akses kepada fasilitas kesehatan dalam jangka waktu tertentu.

"Pasien nyebutin PIN-nya berapa, maka itu bisa diakses oleh rumah sakit ataupun fasilitas pelayanan kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Setelah masa PIN-nya habis, maka nggak bisa diakses lagi," jelasnya.

Akses dapat kembali diberikan apabila pasien mengizinkannya.

Azhar menyebut sistem ini merupakan bagian dari transformasi kesehatan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dengan target integrasi mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Lihat juga Video: Riwayat Kesehatan Paus Fransiskus di Tahun 2025