NADIKABAR.COM — Otoritas Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya yang ada di negara-negara Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini didasarkan atas meningkatnya ancaman serangan bersenjata oleh kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung oleh Iran.
Disinggung juga soal upaya Iran menargetkan para pejabat dan personel Amerika di kawasan tersebut.
Imbauan terbaru itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (7/11/2026), dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (6/11) waktu setempat, yang berlaku untuk warganya di kawasan Timur Tengah.
"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan karena adanya peningkatan ancaman serangan bersenjata oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, dan upaya-upaya Iran untuk menargetkan pejabat pemerintah AS di kawasan tersebut," demikian bunyi imbauan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS via media sosial X.
Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai ancaman yang dimaksud.
Dalam imbauannya, Departemen Luar Negeri AS juga mengingatkan warga negara AS untuk mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan di kawasan tersebut.
Imbauan itu dirilis saat potensi serangan baru AS terhadap Iran membayangi kawasan tersebut. Presiden AS Donald Trump pekan ini memperingatkan bahwa AS mungkin harus menghancurkan sisa-sisa Iran.
Trump juga mengatakan bahwa AS akan segera "mengambil keputusan" terkait kelanjutan perang melawan Iran.
"Saya sebenarnya tidak ingin menghancurkan sisa-sisa negara tersebut jika memungkinkan, tetapi mungkin saya harus melakukannya. Dan Anda akan segera mengetahuinya," ucap Trump setelah melakukan pertemuan dengan para penasihat keamanan nasionalnya di Gedung Putih.
Sementara itu, konflik Yaman terus berlanjut, dengan Houthi terlibat aksi saling serang dengan koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang didukung internasional. Beberapa waktu terakhir, Houthi menargetkan bandara sipil, infrastruktur energi, dan posisi militer Saudi dalam gelombang serangan rudal dan drone.