Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan janji untuk mengendalikan inflasi dan mengakhiri perang di luar negeri. Dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan beberapa jam setelah pelantikan pertamanya, ia memiliki tingkat dukungan sebesar 47 persen.

Hanya 17 persen responden dalam survei terbaru ini yang menyetujui cara Trump menangani masalah biaya hidup. Isu tersebut menjadi hal utama bagi warga Amerika untuk menentukan pilihan mereka dalam pemilihan umum sela tanggal 3 November mendatang.

Ketidakpuasan di kalangan anggota Partai Republik mengenai masalah ini terus meningkat sejak Trump memulai perang melawan Iran pada bulan Februari, yang menyebabkan lonjakan tajam harga bensin dan solar.

Kini, untuk pertama kalinya, jumlah anggota Partai Republik yang tidak menyetujui cara Trump menangani biaya hidup melampaui mereka yang mendukungnya, yakni 51 persen berbanding 44 persen.