NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kantor dan ruang kerja Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota melalui program "Namu Balai Kota".

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan masyarakat nantinya bisa melihat sejumlah ruangan dan fasilitas di Balai Kota Jakarta yang menjadi tempat gubernur dan jajaran Pemprov DKI bekerja.

“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Kominfotik, Ibu Dewi, untuk Balai Kota dan sarana-prasarana yang dimiliki oleh Balai Kota yang selama ini tertutup bagi publik, saya izinkan untuk dibuka bagi publik,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono mengatakan program walking tour tersebut akan dibuka dua kali dalam sebulan.

Program itu, kata Pramono, mulai dibuka pada Sabtu (3/10) dengan waktu kunjungan pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

Masyarakat nantinya akan dibagi dalam beberapa shift untuk mengikuti tur di dalam kompleks Balai Kota.

Pramono menjelaskan dalam tur tersebut, warga dapat melihat sejumlah ruangan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas pemerintahan di Balai Kota.

Ruangan tersebut mencakup ruang gubernur, ruang rapat gubernur dan jajaran, hingga aula untuk pelantikan.

“Ruangan gubernur, kemudian tempat untuk melakukan pelantikan, Balairung, Balai Kota, dan sebagainya,” jelas Pramono.

Pramono berharap dibukanya area Balai Kota untuk publik dapat memberikan pengalaman sekaligus inspirasi, khususnya bagi para pelajar.

Lewat program ini, ia ingin para pelajar dapat melihat langsung lingkungan kerja pemerintahan dan mengenal lebih dekat aktivitas yang berlangsung di Balai Kota.

“Sehingga dengan demikian saya meyakini ini juga terutama bagi anak-anak pelajar akan memberikan inspirasi bagi mereka berkeinginan suatu hari bekerja di Balai Kota,” ungkap Pramono.

Selain area yang telah ditentukan, Pramono mengatakan masih ada sejumlah fasilitas lain yang nantinya dapat dibuka untuk masyarakat.

“Tentunya juga akan ada beberapa lain yang saya persilakan untuk bisa dibuka dan kepada publik. Mudah-mudahan dengan demikian ini akan menjadi lebih baik,” kata Pramono.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui laman smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.