NADIKABAR.COM — Warga dan ulama di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar salat Istisqa berjemaah di tengah fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang. Ibadah ini menjadi ikhtiar bersama memohon hujan.
Salat Istisqa itu digelar di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Jumat (4/9/2026) pukul 07.00 Wita. Salat itu diisi khotbah yang dibacakan Ketua MUI Parepare, Prof Dr Hannani dan diikuti Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.
"Tentu tujuannya bagaimana kita tahu bersama bahwa sekarang musim El Nino Godzilla, sama yang dirasakan oleh beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Kota Parepare. Dan mudah-mudahan dengan salat Istisqa ini, Allah menurunkan keberkahan dengan hujan," ujar Tasming kepada wartawan.
Dia mengungkapkan dampak nyata kemarau panjang yang sudah mulai dirasakan warga. Sektor pertanian hingga potensi bencana kebakaran lahan menjadi perhatian serius pemerintah.
"Ya, tentu di Parepare juga ada pertanian, sehingga masyarakat kita merasakan kemarau panjang ini tentu ya pertaniannya terganggu. Belum lagi kebakaran, kebakaran lahan tidak sedikit dalam satu hari di Kota Parepare, kadang tiga sampai lima kali. Dan tentu kan ini berdampak dari musim El Nino ini," bebernya.