Heni mengungkapkan keberagaman latar belakang penduduk tersebut menjadi salah satu hal yang melekat pada kehidupan Kampung Pelangi.

Warga dari berbagai daerah hidup berdampingan di kawasan yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi mencari nafkah.

Menurut dia, banyak warga memilih tinggal di kawasan tersebut karena lokasi pekerjaan dan biaya tempat tinggal yang relatif terjangkau.

Mayoritas warga bekerja sebagai pemulung. Selain itu, terdapat warga yang bekerja sebagai buruh dan asisten rumah tangga (ART).

Heni memperkirakan kawasan tersebut dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK). Namun, tidak seluruh warga memiliki KTP DKI Jakarta karena sebagian masih menggunakan identitas dari daerah asal.