NADIKABAR.COM — Warga Kampung Pelangi, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berharap penataan permukiman tak membuat mereka kehilangan akses terhadap tempat tinggal yang terjangkau.

"Kalau misalnya buat kayak semacam rumah susun kayaknya kasihan juga. Kan kalau rumah susun kan biasanya kan banyak, harga juga mahal," kata anggota Dasawisma RT 07/RW 09 Kampung Pelangi, Heni saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Heni mengatakan warga pada dasarnya menginginkan lingkungan yang lebih rapi. Namun, ia berharap penataan tidak berujung pada pemindahan ke hunian yang biaya sewanya lebih tinggi dari kemampuan ekonomi mereka.

Kawasan kampung Pelangi dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar warga bekerja sebagai pemulung, sementara lainnya bekerja sebagai buruh dan asisten rumah tangga.