Menurut dia, bagi warga yang bekerja di sektor informal, biaya tempat tinggal menjadi salah satu pertimbangan penting untuk bertahan di kawasan tersebut.
Hal serupa disampaikan seorang warga asal Cirebon, Esri yang telah tinggal di Jakarta selama puluhan tahun. Dirinya memilih tinggal di kawasan itu setelah sebelumnya harus berpindah tempat tinggal akibat penggusuran.
Ia mengatakan biaya tempat tinggal yang murah menjadi pertimbangan utama karena harus membesarkan anak-anak dengan penghasilan terbatas.
Saat ini, ia membayar sewa sekitar Rp600 ribu per bulan. Ia juga tinggal bersama anggota keluarga, termasuk cucu dan seorang keponakan yang diasuhnya.