NADIKABAR.COM — Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, dievakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung. Sebanyak 490 KK dievakuasi oleh pihak satuan tugas (Satgas).

"Iya Kuta Tengah (dievakuasi), satu desa saja," kata Sekda Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, Selasa (1/9/2026).

Jumlah warga yang dievakuasi sekitar 490-an KK. Mereka dievakuasi ke Desa Sukatepu di Kecamatan Naman Teran.

"Losd Desa Sukatepu dan Koperasi Merah Putih Sukatepu di Kecamatan Naman Teran," ujarnya.

Saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Pihak TNI terlihat berangkat dari Posko Satgas untuk melakukan evakuasi.

Rencana awal, ada dua desa yang bakal dievakuasi. Namun saat ini yang dievakuasi masih satu desa.

"Jadi kondisinya begini, kita rencanakan memang ada dua desa kita evakuasi, sesuai dengan rekomendasi," Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri M Nadaek saat dihubungi, Selasa (1/9).

Kedua desa itu adalah Desa Payung, Kecamatan Payung dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat. Pihak Pemkab Karo saat ini masih berdialog dengan warga yang bakal dievakuasi.

"Namun sekarang kita masih berdialog dengan masyarakat ini yang akan kita evakuasi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan jika erupsi terjadi pukul 10.17 WIB. Erupsi masih berlangsung hingga siang ini.

"Erupsinya tadi jam 10.17 WIB dan sampai saat ini masih erupsi berupa abu vulkanik," kata Armen Putra saat dihubungi, Senin (31/8/2028).

Ketinggian kolom abu disebut mencapai 3.500 meter di atas puncak Gunung Sinabung. Semburan abu vulkanik mengarah ke Kecamatan Berastagi.

"Timur Tenggara ke arah Berastagi sama Gunung Sibayak," ucapnya.