NADIKABAR.COM — Sebanyak 16 peserta warga Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan digital marketing.
"Pelatihan digital marketing ini manfaatnya sangat besar, terutama bagi generasi Gen Z dan mengembangkan UMKM," kata Lurah Pondok Bambu Ateng Surahman dalam pelatihan digital marketing di aula Maryam Waffiyyah, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin.
Pelatihan selama 16 hari itu merupakan kolaborasi pengurus RW 02 Pondok Bambu dengan Balas Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi-Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut Ateng, pelatihan tersebut bertujuan membangkitkan semangat dan pembelajaran cara memasarkan hasil produk. Peserta juga dapat mengembangkan usaha mikronya di rumah atau tempat usahanya masing-masing.
"Terima kasih, dan kami sampaikan apresiasi pada Kementerian Ketenagakerjaan RI yang telah bekerja sama dengan RW 02 dalam memberikan pelatihan digital marketing bagi warganya. Pelatihan digital marketing itu manfaatnya luar biasa dan bisa membangkitkan hasil produktivitas," jelas Ateng.
Dia pun berharap melalui pelatihan tersebut, warga menjadi lebih terbuka dalam mengembangkan usaha mereka di dunia maya.
"Karena itu, diharapkan peserta bisa memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan emas ini," ucap Ateng.
Sementara itu, Ketua RW 02, Pondok Bambu, Ahmad Sahil mengatakan pelatihan tersebut sangat besar manfaatnya bagi warga. Terlebih, mereka yang memiliki usaha di rumah atau bagi generasi Gen Z yang baru melek dunia usaha.
"Kami juga ucapkan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI yang telah memberikan kesempatan RW 02 dalam mendapatkan ilmu pengetahuan tentang digital marketing," tutur Sahil.
Dia menyebutkan peserta pelatihan itu merupakan angkatan kedua. Selain itu, pelatihan tersebut juga menjadi modal bagi warga yang membuka usaha untuk pemasaran secara online.
Pelatihan angkatan pertama digelar pada 28 September hingga 16 Oktober 2026, dengan total peserta sebanyak 16 orang yang berasal dari unsur karang taruna, kader Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (PKK), dan penggiat UMKM.
Mereka mengikuti pelatihan selama 16 hari kerja, dengan waktu pelatihan pada pukul 08.00-16.00 WIB.
Setelah pelatihan itu selesai, peserta akan mendapatkan sertifikat dari kementerian, akun SiapKerja, seragam pelatihan, makan siang, serta uang transportasi.
Di sisi lain, instruktur pelatihan digital marketing Dwi Priyanto mengatakan, materi yang disampaikan dalam pelatihan itu, antara lain pemasaran digital, E-retail, pengenalan komputer, dan pemasaran secara digital.
"Nanti, juga ada sisipan materi terkait dengan produktivitas, yang berkaitan dengan mindset sebenarnya," ungkap Dwi.
Para peserta, kata dia, juga akan diajarkan praktik membuat akun WhatsApp (WA) bisnis, Google My Business, dan media sosial lainnya.
Secara keseluruhan, terdapat empat instruktur yang memberikan materi secara bergantian selama 16 hari pelatihan tersebut.