Ia pun bercerita harus menunggu lama karena ketinggalan kereta. Ia terlambat datang beberapa menit dari jadwal kereta di Stasiun Rangkasbitung.
"Jadwal jam 4, pas sampai sana pas kereta berangkat. Ya jadinya nunggu lagi, kan kalau nunggu lagi, kereta ada lagi di jam 7 malam," ujarnya.
Sementara itu, Ridho (36) mendukung KRL sampai ke Serang. Ia menyebut tiket KA Lokal sering habis saat akhir pekan.
"Kalau Sabtu-Minggu itu sering habis tiket. Kalau KRL kan nggak mungkin habis," ujarnya.
Ia pun bercerita hampir ketinggalan kereta terakhir di Rangkasbitung sekitar pukul 21.00 WIB. Padahal, masih ada KRL yang datang dari Tanah Abang sampai tengah malam.
"Waktu itu sampai lari karena takut ketinggalan kereta terakhir. Untungnya masih sempat," kata Ridho.
Gubernur Banten Andra Soni mendorong percepatan elektrifikasi atau proyek KRL jalur Rangkasbitung-Merak. Andra menilai mobilitas masyarakat Banten memiliki frekuensi tinggi dan perlu didukung transportasi yang terintegrasi dan efisien.