NADIKABAR.COM — Area taman bawah flyover Pesing, Jakarta Barat yang digunakan sejumlah pemotor untuk motong jalur bakal ditutup. Warga sekitar sepakat taman jalan terobosan liar itu ditutup.
Mang Ujang penjual terpal sekitar lokasi mengatakan, jalan itu sudah lama dipakai pemotor untuk memotong jalur. Seingatnya, dulu sempat dipagar besi sebelum akhirnya kini dipakai pemotor menerobos jalan.
"Oh itu udah lama gitu. Orang ya lewat situ biar nggak muter jauh kali, kalau ke sana muter. Kalau dulu waktu ditutup pagar besi nggak ada yang bisa lewat," kata Mang Ujang saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (27/9/2026).
Mang Ujang mengaku setuju saja bila jalan lewat area taman itu ditutup rapat. Namun dia mewanti-wanti agar penutupan tetap memperhatikan estetika.
"Wah nggak tahu, saya mah cuma rakyat pak. Ngikut aja kita mah, saya juga nggak pakai motor. Asalkan bagus mah gapapa," ungkapnya.
Selanjutnya warga sekitar lokasi, Hendar mengatakan, dirinya mendapat informasi jika memang area itu akan ditutup permanen. Menurutnya bila ditutup, warga di sekitar rumahnya harus putar sedikit lebih jauh untuk menyeberang.
"Kayaknya sih mau ditutup. Kalau dulu iya dipagar besi tuh. Dari lampu merah sampai ujung sana itu. Ya kalau ditutup pada nggak bisa langsung belok situ, warga sini harus muter," kata Hendar.
Hendar mengaku setuju bila area itu ditutup. Sebab berpotensi menyebabkan kecelakaan bila dibiarkan.
"Ditutup aja gapapa, muter juga dikit. Karena belum ada kejadian kecelakaan aja ini, ntar kalau udah ada kecelakaan petugas langsung datang itu, nyatet nyatet. Ditutup dah," katanya.
Sebelumnya, Stafsus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan sebetulnya sudah ada tiga barrier beton di taman, namun belum menutup seluruh celah. Sehingga motor bisa menerobos.
"Barrier beton sudah ada, tapi masih ada celah. Kami akan meminta dan instansi terkait merapatkan pembatas supaya motor tidak bisa naik ke taman, serta menertibkan yang masih nekat," kata Chico kepada NadiKabar, Minggu (27/9/2026).
Ia meminta pengendara memakai putaran yang resmi. Ia mewanti-wanti pemotor tak melindas ruang hijau.
"Kami sudah menerima laporan dan pantauan soal pemotor yang menerobos taman di kolong Flyover Pesing untuk putar balik. Itu tidak boleh. Taman bukan jalur kendaraan. Selain merusak tanaman, manuver itu berisiko tabrakan, apalagi di jam ramai dari dua arah," jelas Chico.